Close

March 26, 2021

NANANG SUBAGIO; NILAI SEBUAH KOMPETISI, BERDAYA SAING & BERBAGI ILMU

Dinas Pendidikan Jawa Timur gelar Lomba Kompetensi Siswa SMK, dengan muatan 42 Bidang Lomba Kompetensi, diikuti 38 Kota/Kabupaten dengan tahapan Seleksi di tingkat Kabupaten/Kota, kemudian tingkat Wilayah Kerja hingga terakhir di Tingkat Provinsi, sebagai modal persiapan ikuti ajang LKS Nasional.

                LKS adalah lomba kompetensi sekolah yang menjadi agenda rutinan tiap tahun, untuk memacu siswa-siswi SMK tingkatkan kualitas proses, kemampuan diri dan hasil pembelajarannya.

                Untuk pelaksanaan LKS di tingkat Wilayah Kerja II yang meliputi Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Diikuti 21 Lembaga SMK, Berlangsung di SMKN 2 Jember dengan 3 Jenis Lomba, yakni Automobile technology, Refrigeration dan Air Conditioner. (8-9/3/2021)

                Kepala Dindik Jatim, Dr. Ir. Wahid Wahyudi MT seperti dilansir oleh www.smkn2jember.sch.id menuturkan bahwa masing-masing sekolah untuk tetap konsisten, dalam upaya menghasilkan karya besar dan prestasi agar menjadi kebanggaan diri, keluarga dan Sekolah.

                “Berikan kepercayaan sepenuhnya kepada Peserta Didik  untuk berproses mengerahkan segala kemampuan”, tuturnya dalam Pembukaan LKS Wilker 2.

                Dikatakan Wahid, disamping LKS merupakan ajang pembuktian antar sekolah dengan kompetisi yang ketat, ia tetap berharap pada peserta untuk tetap menjaga kesehatan ditengah pandemi.

                Disisi lain, dari salah satu peserta lomba, M. Rizal Mantovani peserta delegasi SMK Darut Taqwa Purwosari juga merasa senang, baginya LKS ini sebagai ajang mengukur tingkat kompetensi yang dimiliki, urusan menang dan kalah adalah bagian edukasi positif dari  sebuah kompetisi.

                Selama lomba Automobile Technology berlangsung, Rizal mendapati tahapan pos-pos lomba diantaranya, Pos Engine Tune Up, Pos Electrical, Pos Break System, Pos Engine Mechanical dan Pos Engine Transmition.

                Hasil penilaian akumulasi Skor dan waktu dari semua pos, Rizal menempati peringkat ke 15.

Alhamdulillah, saya tetap bersyukur dengan hasil akhir, tidak mengurangi sedikitpun rasa optimis saya untuk terus belajar dan belajar lebih baik”, ujarnya saat ditemui makan siang di sebuah Restoran, di damping 2 Guru Pendampingnya.

Lebih jauh Nanang Subagio, menjabarkan esensi utama dari sebuah kompetisi adalah berdaya saing sekaligus berbagi keilmuan dengan lembaga-lembaga sekolah yang lain.

Maka, Penting untuk membekali anak didik tetap konsisten, menjaga semangat belajarnya sekaligus memupuk percaya diri dengan ikuti ajang kompetisi, itu sudah cukup” tegasnya.

Ia menambahkan, Rizal saya minta untuk berdialog, saling tegur sapa terhadap sesama peserta yang lain, pun saya dan Pak Ulum juga menimba banyak ilmu & pengalaman dari Guru-Guru sekolah peserta lomba, tentu untuk menambah kamus inovasi kita di SMK Darut Taqwa.

Terlebih, LKS ini baginya adalah kompetisi sehat sebagai salah satu tolak ukur pendidikan di Indonesia dalam hadapi persaingan didunia nyata, “Kompetisi dalam kebaikan itu asyik lho, seasyik kopi hitam hahaha”, tawa Kakomli TKR ini merespon nilai sebuah kompetisi.

AJ – 24 Maret 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *